jadi desainer ato dokter?

Posted on October 20, 2008

0


Misalkan, ada seorang milyuner tua yang mempunyai puluhan perusahaan multinasional, suatu ketika, dia merasakan sedikit nyeri di lambungnya, kemudian dipanggilah dokter pribadinya, dokter datang, memeriksa si milyuner yang terbaring ditempat tidur,

“hmm…hmm…ya, asam lambung anda meningkat, anda harus istirahat. Klo tidak, penyakit jantung anda bisa kambuh dan bisa mengancam kehidupan anda!” ujar si dokter dengan tenang,

“oh, baik dok!terimakasih” jawab si milyuner.

Akhirnya setelah beberapa hari, minum obat yg harganya bisa ngasi makan 100 kaum duafa/hari sesuai anjuran dokter, si mliyuner pun sembuh, dia mulai bekerja, mendirikan perusahaan baru, kali ini perusahaan farmasi. Dipanggilah desainernya untuk membuatkan logo perusahaan, bebrapa hari kemudian si desainer datang untuk mempresentasikan desainnya.

“desain pertama, sebuah gambar jerukyg dikelilingi ular-outline aj, dengan sehelai daun, logo berwarna orange,mencitrakan kehangatan, kepedulian kita kepada orang2. jeruk disini menggambarkan kesehatan” ujar desainer tersebut,

“alternatif ke dua, ada lampu ajaib,seperti milik aladin, ada ular yg melingkar di lampu tersebut, warna hijau, agar berkesan sejuk. Permulaan, dengan obat dari perusahaan in, kosumen jadi merasa seperti hidup kembali!dengan semangat dan energi yang baru!!” smbung si desainer berapi-api.

Pak milyuner menatap tajam kedua logo itu,”aku suka logo pertama, tapi gmn kalau warnanya diganti biru tua?tapi aku lebih suka ungu!” ujarnya

“uh?kenapa ungu,pak?” tanya desainer

“ya!karena istri saya suka warna ungu!” jawabnya smbil tersenyum kuda

“ah..ini kan perusahaan farmasi,bukan fashion!” debat si desainer,

“memang!tapi presdir nya kan nanti istri saya!” sahut si milyuner

“tapi…kan jadinya tidak mencirikan isi perusahaan?!!”

“lha..kan presdirnya istri saya, pasti sudah mencirikan dia donk!”

“yah…tapi kan….”

“sudahlah…ungu lebih baik!” tukas pak milyuner tersenyum kuda lgi.

Tagged:
Posted in: humaniora